The Strange Way Feelings Change

It’s funny how human emotions work. One moment, you are convinced about how you feel...certain, unwavering. And then, slowly, without warning, everything shifts.

I used to think I couldn’t possibly connect with this person. Our energies were so different. Our ways of thinking, our approach to life.. its so distant. I kept my distance, not out of hate, but because I thought, this is not my kind of person. And I was fine with that. Or at least, I thought I was.

But life has this odd way of surprising us. The more I interacted with him, the more I noticed the little things, things I never paid attention to before. The way he laughs, the way he speaks, the way he exists in his own world. And before I knew it, something had changed.

It wasn’t immediate, nor was it dramatic. Just a quiet shift, like the tide coming in. One day, I found myself looking forward to his presence. Then, I started missing him when he wasn't around. And now? Now I can’t stop thinking about him.

How did this happen? How did I go from feeling indifferent to feeling... this? How did I go from wanting distance to craving closeness?

Maybe that’s just the nature of emotions....they are unpredictable, ever-changing. Maybe we don’t always know what we want until we are faced with the possibility of losing it. Or maybe, just maybe, some people are meant to surprise us in ways we never expected.

All I know is, I never saw this coming. And yet, here I am, wishing him to be closer than ever.

A letter to Daisy

 Dear Daisy

When I first step my feet in Germany, I never thought that the thing that really amazed me wasn't how the German people look like, the transportation system, or the snow that I'd even dreamed of seeing since I was 8 years old. Yes, the first thing that very astonished me was you, flower of daisy. At first, I didn't know you, I was just very fascinated by the flowering plants that grew on the expanse of grass covered with a white snow carpet during the harsh winter. How do you keep growing cheerfully, with heartwarming colors? Yellow, purple, green, and white. What a perfect combination. I'm trying to get to know you via google image on my mobile. When I knew your name Daisy, oh it turns out you are Daisy, I have often heard your name as a European plant in the Asteraceae family in my plant ecology study but I never thought that you would be more beautiful when I met you in real. Maybe you are not the roses or lilies that many people want to buy and display on the storefront, but for me, you have your charm, the lushness of yourself on the grass for me is like a warm welcome in the cold of winter. Day after day it is so exciting for me to go to university because the front yard of the department is full of you which makes me smile every time I get off the bus. Until spring comes, I was even happier. How could I not? your beauty shines even more and makes me smile sometimes laughing like a crazy girl just because I'm so happy to see you standing and blooming inviting new cutie little friends that also overawe, the honey bumblebee Apis mellifera. The swarms of honey bees flying around make me fall in love and like you more and more every day.


 


Cheers

Anggia

             

Aroma Sehabis Hujan di Depan Perpustakaan

 Apa yang lebih menenangkan dari aroma setelah hujan didepan perpustakaan


Bunyi gemericik air pancuran dengan tetesan gerimis dikolamnya

Alunan lagu  banda neira
Pemandangan orang-orang yang diam terhanyut dengan buku, obrolan-obrolan kecil

Lalu lalang kendaraan dibawah langit sore

Nenek penjual klepon yang selalu disapa banyak orang

Nenek penjual gorengan yang tiada bosan memanggil "cantik", "ganteng" sambil riang menawarkan gorengannya
Kerap ketika kita membeli, wajahnya bahagia sembari memberi doa 

Wangi bakso sabar

Senyum bapak penjual bakso

Gedung gedung tinggi dengan atapnya yang meruncing

Rintik-rintik kecil

Perempuan-perempuan bersama payungnya

Untuk sejenak aku menikmati 
Tolong, tenang sebentar saja





Tarung

 Dikala gelapnya dunia

riuhnya duka dan gulana
pandemi mengisi seluruh isi cerita

masih ada saja satu anak manusia yang terkukung dengan amigdalanya
menyendiri untuk bertarung dengan jiwa
mencoba menghindari dari semesta
karena pikirannya terlalu banyak berbicara

terjebak dalam dua pilihan
yang membuatnya tertekan
tak tahu harus kemana arah jalan
masihkah ada harapan

 aku disini pandemi
 bertarung dengan diriku sendiri

BEASISWA DATAPRINT 2016


Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun keenam. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2015, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2016 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Di tahun 2016 ini  ada hadiah khusus juga loh untuk 3 orang peserta yang paling banyak merekomendasikan program ini ke teman-teman. Jika nama lengkap dan asal sekolah atau kampus kamu tertera di formulir pendaftaran temanmu (nama pemberi rekomendasi), siap-siap deh kamu akan jadi pemenangnya di akhir periode!

Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!

Like dan follow DataPrint di page DataPrint Indonesia dan @dataprintindo .

Pendaftaran periode 1 : 27 Januari – 20 Juni 2016

Pengumuman                : 28 Juni 2016

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 25 Desember 2016

Pengumuman                : 5 Januari 2017

Praktikum Lapangan Sistematika Tumbuhan di Taman Hutan Raya Sultan Syaif Hasyim Provinsi Riau (Edisi Semester 3)

Assalamualaikum wr.wb

Hi my dear readers!

How are you? udah lama gak ngepost diblog lagi  dan alhamdulilah hari ini masih diberi kesempatan. 
Kali ini aku mau menceritakan sedikit mengenai pengalamanku praktikum lapangan sistematika tumbuhan di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim Provinsi Riau atau biasa disingkat Taman Hutan Raya SSH. Sedikit mengupas tentang hutan ini, Taman Hutan Raya SSH merupakan salah satu hutan sekunder yang ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam. Artinya hutan ini berada dalam naungan pihak dinas kehutanan. Lokasi Taman Hutan Raya SSH berada di jalan Yos Sudarso, Minas Kabupaten Siak Provinsi Riau. Walaupun secara resmi berlokasi di Kabupaten Siak, namun sebenarnya hutan ini mencakup tiga daerah yakni Kabupaten Siak sendiri dengan lokasi terluas, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.  Selain sebagai kawasan pelestarian Taman Raya SSH juga memiliki beberapa peran penting antara lain yaitu sebagai sumper potensi keanekaragaman flora dan fauna yang cukup tinggi, paru-paru kota Pekanbaru, dan sarana wisata masyarakat. Itulah mengapa Taman Hutan Raya juga menjadi tempat yang cukup potensial untuk sarana belajar dan penelitian. oke itulah sekelumit tentang Taman Hutan Raya SSH.

Praktikum lapangan sistematika tumbuhan kali ini kami dibagi atas beberapa kelompok seperti biasa. Pokok utama praktikum ini adalah pengambilan sampel tumbuhan, pembuatan herbarium, karakterisasi, identifikasi dan klasifikasi. Untuk pengambilan sampel kami dibimbing oleh asisten kami namanya bang Simon Mangaratua, beliau merupakan salah satu alumni biologi FMIPA UR yang baru-baru ini lulus dengan penelitian dibidang tumbuhan-tumbuhan obat (kalau gak salah) . Dalam pengambilan sampel kami diberitahu nama tumbuhan-tumbuhannya beserta famili tumbuhan tersebut. Aku banyak menjumpai kalau taman hutan raya ini didominasi oleh tumbuhan Family Dipterocarpaceae, Lauraceae, Myrtaceae, Gutiferaceae dan Sapotaceae. Pada umumnya seperti itu. Selanjutnya kami melakukan pengepresan. Sampel tumbuhan disemprot dengan alkohol, lalu ditutupi koran,dimasukkan dalam pelastik kemudian ditumpuk dengan sampel laindan dimasukan kertas kardus untuk diikat tali. Selesai deh, tinggal dioven habis tu dijahit di karton putih, diidentifikasi lalu diklasifikasi. DONE!!! Cukup melelahkan, tapi nuansa alam hutan SSH mampu mengalahkan rasa lelah itu. Eakkk. Udaranya masih segar banget. Airnya jernih. Nih aku share beberapa pictsnya ya . Check it out...

 Track 1
Track 2
Kera

Beasiswa Dataprint 2015









Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun kelima. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2014, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2015 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.

Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!

Like dan follow DataPrint di page DataPrint Indonesia dan @dataprintindo .

Pendaftaran periode 1 : 10 Februari – 30 Juni 2015

Pengumuman                : 10 Juli 2015



Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 25 Desember 2015

Pengumuman                : 13 Januari 2016